oleh

333 Mahasiswa IKesT Muhammadiyah Palembang PKL Tiga Minggu di Ogan Ilir

OGAN ILIR – Sebanyak 333 Mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi (IKesT) Muhammadiyah Palembang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Terpadu di Kabupaten Ogan Ilir (OI)

Pembukaan dan penerimaan PKL Mahasiswa IKesT berlangsung di gedung serbaguna KPT Tanjung Senai Indralaya Senin (17/1) dari Rektor IKesT, Heri Satriadi CP Mkes kepada Wabup OI H Ardani SH MH, dan disaksikan oleh wakil rektor, dekan dan mahasiswa IKesT.

Panitia Pelaksanaan PKL Mahasiswa IKesT Rosmiati MKes mengatakan, dalam pelaksanaan PKL terpadu mahasiswa dituntut profesional sesuai kode etik profesi.

Dalam pelaksanaan PKL sendiri IKesT mendukung dan ikut menguatkan serta terlibat aktif, dalam pelaksanaan program dan tindakan pencegahan Covid-19 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Dalam pelaksanaan PKL terpadu mahasiswa dituntut untuk melakukan pendataan menganalisis, berinteraksi, dan mampu melakukan pemecahan masalah yang ditemukan, melayani masyarakat sesuai dengan keunggulan masing-masing program studi,” jelas Rosmiati Mkes.

Rektor IKesT Heri Satriadi CP Mkes mengatakan, PKL terpadu kali pertama terjun ke masyarakat setelah pasca Covid-19 yang melanda dua tahun belakangan ini.

“Kami berharap selama pelaksanaan PKL yang berlangsung 3 minggu di dua Kecamatan yakni Kecamatan Lubuk Keliat dan Rantau Alai, mahasiswa harus produktif, kontributif dan inovatif untuk kemaslahatan umat, serta menjaga almamater, berakhalktulkarimah, terkhusus melaksanakan sholat 5 waktu ketika berlangsung dilapangkan, sehingga menjadi contoh bagi masyarakat”katanya.

Wabup Ardani SH MH, menyambut baik pelaksanaan PKL Terpadu Mahasiswa IKesT, dalam upaya mendukung percepatan vaksinasi yang saat ini vaksinasi di Ogan Ilir sudah mencapai 78 persen dan Ogan Ilir berada di level 1.

“Saya berharap PKL Terpadu Mahasiswa IKesT jangan sampai disini saja, tapi berkelanjutan setiap tahunnya, bahkan tempat pelaksanaan jangan hanya dua Kecamatan, karena Ogan Ilir ada 16 Kecamatan, ya paling tidak separuh dari 16 kecamatan jadi sasaran PKL,” tukasnya (sid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lain-nya