oleh

Banyak Reklame “Tidur”, Klaim Terkendala Payung Hukum

PRABUMULIH – Beberapa titik di sepanjang jalan Jenderal Sudirman masih banyak dijumpai reklame “tidur” alias kosong tanpa iklan. Bahkan, tak sedikit reklame yang tak terpakai itu mengalami kerusakan dan membahayakan pengendara yang lewat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Prabumulih, Ratih Puspa mengatakan, banyaknya reklame tidur lantaran terkendala payung hukum. “Dulu kita terkendala payung hukum, namun sekarang lagi menunggu SK (Surat Keputusan). SK sudah naik cuma lagi di Provinsi,” akunya dibincangi akhir pekan.

Lebih lanjut, Ratih mengaku dalam memberikan izin iklan, pihaknya harus mengetahui persis terkait hitungan iklan dan ketentuan lain. “Tidak bisa sembarangan, karena kita juga include biaya pasang dan lainnya,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, SK bakal turun dan reklame tiang pancang yang ada di sepanjang Jalan Jenderal bakal segera diisi. “Karena sudah banyak yang melirik, mulai dari BUMN, Bank hingga perusahaan swasta sudah banyak yang bertanya-tanya,” sambungnya.

Masih kata adik kandung Wakil Walikota H Andriansyah Fikri itu, di Prabumulih ada banyak sekali reklame yang menyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Untuk jumlah reklame ada banyak, bahkan mencapai ratusan. Namun khusus reklame tiang pancang yang ada di Jalan Jenderal Sudirman itu semuanya ada 12 tiang,” imbuhnya.

Pihaknya sendiri, mentargetkan pajak reklame tahun ini (2022, red) hingga Rp700 juta. “Kita optimis bakal tercapai, karena tinggal menunggu SK dari Provinsi,” tukasnya. (chy)

Salah satu reklame tiang pancang yang masih “tidur” di Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lain-nya