oleh

Duh! Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unsri Tambah Dua

INDRALAYA – Melalui berbagai media sosialnya, pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Sriwijaya (Unsri) mengungkapkan, terdapat penambahan korban kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen berbeda di kampus bercorak kuning tersebut. Total ada tiga orang korban.

Selain itu, BEM KM Unsri juga menyatakan, kebenaran bahwa oknum korban pelecehan seksual yang belakangan curhat viral di media sosial dan media massa adalah mahasiswi salah satu fakultas di kampus Unsri Indralaya.

Ketika dikonfirmasi, Presiden Mahasiswa Unsri Sandi Dwiky didampingi Ketua Satgas Pènyelesaian Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Rahmad Riyady, dan Menteri Progrema M Affif Oktafianto membenarkan, berkaitan unggahan itu memang bersumber dari BEM KM Unsri.

“Benar itu bersumber dari akun medsos kami, setelah curhatan viral kemaren kami membentuk Satgas hingga akhirnya kami mendapatkan identitas korban, dan memang benar korban merupakan mahasiswi Unsri. Juga pada Selasa (16/11) terdapat dua korban lainnya yang melapor bahwa pernah mendapatkan perlakuan yang sama dari oknum dosen berbeda,” terangnya, Kamis (18/11).

Saat ini pihaknya melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan (PP) Syarifah, sudah berkomunikasi dengan ketiga korban, serta telah melakukan pendampingan secara online dan offline.

“Korban sudah menceritakan kasus ini kepada koorprodi jurusannya, membuat laporan secara tertulis atas tindakan pelecehan seksual yang dia alami (ke Dekan). Dan korban pertama telah memenuhi beberapa kali pemanggilan dari pimpinan fakultasnya (didampingi ibu korban), serta mendapatkan pendampingan dari Ibu kajurnya,” terang Sandi.

Sejauh ini upaya yang dilakukan pihaknya, selain membentuk Satgas juga tengah berupaya mendesak pihak rektorat untuk menjatuhkan sanksi yang setimpal kepada pelaku oknum dosen cabul itu. Namun sejauh ini pihak rektorat terkesan seakan menutup mata.

“Kami sudah audensi dengan pihak rektorat, akan tetapi sejauh ini belum ada tanggapan dan kepastian terkait saksi yang diberikan. Setelah itu kita ajukan surat audensi kembali, namun selalu dilempar kesana kesini seperti main pimpong. Terakhir kami masukkan surat lagi sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya. Mereka berdalih sibuk karena mengurusi terkait vaksinasi,” ucap Sandi.

Bahkan mereka mengklaim telah menerima surat kuasa dari pihak keluarga korban untuk mendampingi, mengawal dan menyelesaikan berkaitan permasalahan kasus seksual tersebut.

“Baik keluarga korban maupun kita belum melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, karena kita sedang berupaya agar kasus ini dapat terselesaikan internal Unsri. Agar oknum dosen itu dapat mendapatkan ganjaran setimpal sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Dikatakan Sandi, pihaknya konsisten untuk memberangus, mengawal dan membersihkan oknum dosen cabul yang telah meresahkan dan mencoreng nama baik almamater Unsri.

“Kita mengajak pihak kampus untuk memberangus dan membersihkan predator seksual, agar kampus kita tetap bagus dan baik, serta tidak ada lagi hal serupa terjadi,” tutupnya.

Sementara pihak Rektorat Unsri Indralaya ketika dikonfirmasi awak media, semuanya sedang tidak ada di tempat. Melalui staf Humas Unsri Soyo mengatakan, bahwa baik Rektor, Wakil Rektor I, II dan III sedang menghadiri pertemuan atau kunjungan dengan salah satu Universitas dari luar provinsi.

“Hari ini semuanya menghadiri pertemuan dengan Universitas Singa Berbangsa di Kampus Unsri Bukit Besar Palembang,” terangnya. (palpos.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya