oleh

Erick Thohir: Digitalisasi untuk Mempermudah, Tapi Ada Konsekuensi

INDRALAYA – Menteri BUMN Erick Thohir, BA, MBA mengatakan, di era digitalisasi semua kegiatan dipermudah, sehingga  semua menjadi efisiensi dengan terjadi pengurangan tenaga kerja.

“Namun konsekuensinya akan menata ulang karena banyak pekerjaan yang hilang dan ada yang tumbuh, baik di sektor bisnis ada yang bertahan maupun yang berkurang di era internetisasi,” kata Erick Thohir saat orasi ilmiah pada sidang senat terbuka Dies NNatalis ke-61 Fakultas Ekonomi (FE) Unsri di Indralaya, Sabtu (23/10).

Tema acara ini: “Talent Management  In A VUCA Word”.

Turut menyambut kedatangan Erick Thohir, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Bupati Ogan Ilir (OI) Panca Wijaya Akbar,  Rektor Unsri  Prof Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE .

Erick Thohir menyebutkan di era digitalisasi, maka pemerintah  harus siap menerima perubahan tersebut, seperti dilihat ada 10 perusahaan besar di dunia, dominasinya berbasis teknologi seperti Amazon, facebook dan sebagainya.

“Seperti kondisi saat ini, yang jadi masalah pinjaman online (Pinjol) itu bisa menjadi alat pemerasan dan penipuan. Ini yang harus diantisipasi,” cetusnya.

Seperti di negara Cina, Amerika industri teknologi ini terus meningkat. Di Amerika Serikat jumlah industri unicon 200 lebih di Cina jumlahnya.

“Situasi seperti ini harus dihadapi bersama. Saya juga sudah berkonsultasi dengan Pak Presiden Jokowi soal hilirisasi ekonomi digital, karena sangat penting,” ungkapnya.

Indonesia berkeinginan agar sumber daya alam sebagai market.

“Ini market kita dan harus dijaga, jangan sampai market kita ini dipakai untuk pertumbuhan negara lain,” tegasnya.

Apalagi pertumbuhan market digitalisasi itu sangat penting karena bertumbuh 5,15 persen.

“Jumlahnya naik ratusan triliun menuju ribuan triliun,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Sumsel H Herman Deru juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat butuh informasi ilmu atas capaian dan keberhasilan yang sudah diraih Menteri BUMN Erick Tohir yang sangat populer itu.

“Sebagian besar yang like di akun Pak Menteri itu banyak mahasiswa Unsri. Semoga ilmu yang dibagi bisa bermanfaat bagi kita semua,” katanya.

Sedangkan Rektor Unsri Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE mengatakan FE Unsri sangat berjasa bagi Unsri karena kalau tidak ada FE maka tidak berdiri Unsri pada 29 Oktober 1960.

Lahirnya Unsri berdasar SK Presiden lahirnya Unsri gedung pertama di Bukit Sriwijaya Palembang langsung ditandatangani Presiden Sukarno.

“Saat ini mahasiswa kita masih menggunakan protokol covid 19 untuk mengikuti perkuliahan, dengan jumlah  36 ribu mahasiswa baik yang di Indralaya maupun di Bukit Palembang,” umgkapnya.

“Insya Allah penerimaan tahun depan difokuskan ke Inderalaya semua baik S1 dan D3, sementara S2 dan S3 di Unsri Bukit, jadi Ogan Ilir kita suport agar bisa maju dan berkembang,” tambahnya.

Mayoritas mahasiswa kita sudah banyak dipesan oleh perusahaan untuk bekerja. Untuk S1 maksimal kuliah mahasiswanya harus 5 tahun, S2 tidak boleh lebih dari 2,5 tahun. Kita juga mereformasi sistem kuliah S3 maksimal kuliah 3 tahun, jangan banyak kuliah, namun melakukan riset bersama,” ucap rektor .

Dekan Fakultas Ekonomi (FE ) Unsri Prof M Adam  SE ME mengatakan, dalam rangka dies natalias telah dilakukan rangkaian kegiatan seperti MTQ dosen dan pegawai, MTQ  mahasiswa, pantun bersambut, stand up comedy, lokakarya menulis ilmiah dan pidato.

”FE Unsri terus berkomitmen mencetak talenta terbaik untuk kemajuan bangsa Indonesia,”tukasnya.(sid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya