oleh

Harga Telur Tinggi, Pempek Telur Tetap Harga Normal

PALEMBANG – Kenaikan harga telur yang terus meningkat hingga Rp28 ribu di Kota Palembang, namun tidak berpengaruh pada harga jual pempek telur.

Namun, kenaikan harga telur membuat pedagang pempek mengalami peningkatan harga modal, namun tidak signifikan.

Beberapa pedagang pempek di Kota Palembang tidak menaikkan tarif harga pempek, seperti Pempek Cek Nur 26 Ilir, bertempat di Jl Radial, Bukit Kecil, Kota Palembang tetap menjual pempek dengan harga pasaran saat ini.

“Walaupun telur naik tapi kami tidak menaikkan harga pempek. Pempek telur kecil dan pempek kecil lainnya Rp1.000, begitu juga pempek telur besar Rp10 ribu, masih harga yang sama,” kata Tika karyawati Pempek Cek Nur 26 Ilir ketika dibincangi, Jumat (19/8).

Lanjut Tika, alasan tempat ia bekerja itu tidak menaikkan tarif pempek dikarenakan pemilik Pempek Cek Nur 26 Ilir beralasan bahwa kenaikan harga telur tidak signifikan.

“Kenaikannya tidak terlalu besar, memang tidak rugi tetap untung, namun modalnya saja bertambah untuk pembuatan pempek telur, untuk ukuran pempek yang dijual juga masih tetap sama,” tutupnya.

Hal yang sama dialami oleh Pedagang pempek lainnya, yakni Pempek Cek Ida bertempat di Jl Mujahidin no 26, Talang Semut, Kota Palembang, juga tidak menaikkan harga jual.

“Tidak menaikkan harga pempek walaupun telur naik dikarenakan harga telur naik juga sedikit tidak terlalu ada imbas untuk pedagang pempek, nanti juga terkadang harga telur murah, jadi kalo dinaikkan takutnya pelanggan juga sepi, tau lah orang Palembang nak lemak nak murah,” ungkap Aidil, salah satu Owner pempek Cek Ida ketika dibincangi.

Aidil juga merupakan anggota Asosiasi Pengusaha Pempek Palembang, dijelaskannya pedagang pempek di Kota Palembang kalau hanya harga telur naik tidak signifikan, tidak berpengaruh pada harga jual.

“Tetapi harga jual pempek berpengaruh pada harga ikan yang meningkat, dan harga pasaran pempek juga jika ingin naik, maka dari Asosiasi Pengusaha Pempek Palembang akan menginformasikan dan koordinasi dahulu satu sama lain,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang, Raimon Lauri membenarkan terdapat kenaikan beberapa harga jual telur ayam di beberapa pasar tradisional Kota Palembang dari Rp26 ribu kini menjadi Rp28 ribu per kilogram.

“Kenaikan ini serentak beberapa Kota di Indonesia, faktornya adalah pasokan ayam sedang menipis dan harga pakan ayam yang sedang tinggi,” tukasnya. (Mg01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya