oleh

Manfaat Daun Ubi Kayu dan Lumpur Sawit Untuk  Pakan Ternak di Desa Arisan Gading Ogan  Ilir

OGAN ILIR, OGANILIR.CO.- Rendahnya produktitivitas ternak sapi di Desa Arisan Gading Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir. Menjadi perhatian serius dikalangan akademisi Universitas Sriwijaya (Unsri)

Tim Dosen Unsri yang diketuai Dr. Riswandi, S.Pt, M.Si,  Dr. Muhakka., S.Pt, M.Si., Dr. rer. nat. Ir. Agus Wijaya, M.P., Dr. Phil. Ir. Arinafril dan   Ir. Mirza Antoni, M.S., Ph.D serta dibantu oleh delapan orang mahasiswa. Melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan termasuk pelatihan bagi peternak Desa Arisan Gading pada 10  September  2022 lalu.

“Tim Kami telah melakukan kegiatan metode dalam membantu masyarakat Desa Arisan Gading, dengan berbagai pelatihan untuk meningkat produktivitas ternak sapi. Kegiatan yang kami lakukan bagian dari program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LP2M) Unsri,’’kata Dr Riswandi S,Pt,M.Si , Minggu ,29 September 2022.

Riswandi mengatakan, pihaknya melakukan pemanfaatan daun ubi kayu dan lumpur sawit sebagai pakan fungsional untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia di Desa Arisan Gading.

Dosen Unsri dan peternak Desa Arisan Gading dalam kegiatan pemanfaatan daun ubi kayu dan lumpur sawit

Dijelaskan Riswandi, Desa Arisan Gading dengan jumlah penduduk  1.596 jiwa, dengan  30,07 persen penduduknya  mata pencaharian utama bertani sedangkan usaha sampingannya adalah memelihara ternak sapi, kambing, ayam dan itik.

“Sedangkan kondisi lahan Desa Arisan Gading sangat cocok untuk dijadikan usaha pemeliharaan ternak sapi potong, dimana desa tersebut banyak terdapat rawa, persawahan, dan perkebunan,’’ujar Riswandi.

Hanya saja tingkat produktivitas ternak sapi di Desa Arisan Gading  masih minim, penyebabnya para peternak belum mengetahui tentang manajemen tentang pemberian pakan.

“Pada umumnya peternak memberikan hijauan pakan untuk ternak sapi hanya mengandalkan rumput lapang, hijauan rawa sehingga ketersediaan hijauan baik kualitas, kuantitas maupun kontinuitas belum memenuhi kebutuhan ternak sapi,’’jelas Riswandi.

Sedangkan ketersediaan hijauan sangat dipengaruhi oleh musim, pada musim curah hujan intensitas sedang produksi hijauan rawa berlimpah dan pada musim kemarau panjang terjadi kekurangan hijauan.

“Disamping itu belum ada upaya untuk memanfaat hasil sampingan tanaman pertanian yakni limbah pertanian berupa jerami padi, daun ubi kayu dan jerami kacang sebagai pakan alternative untuk ternak sapi. Hal ini akan berpengaruh kepada tingkat pertumbuhan dan perkembangan populasi ternak sapi.’’lanjutnya .

Oleh karenanya, upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan proses pengolahan hijauan, limbah pertanian dan hasil ikutan pengolahan minyak kelapa sawit  sebagai pakan fungsional ternak sapi potong.

“Salah satu materi penyuluhan dan demontrasi yang kami lakukan terhadap 20 hingga 25 peserta petani peternak dengan melibatkan mahasiswa  yakni pembuatan suplemen pakan fungsional   yang berasal dari daun ubi kayu dan lumpur kelapa sawit,’’ujarnya .

Pada pertemuan dengan petani peternak diberikan penjelasan proses pembuatan pakan komplit melalui suplementasi pakan fungsional dengan menggunakan bahan rumput rawa, daun ubi kayu (limbah pertanian) dan lumpur sawit (limbah pengolahan minyak sawit).

“Dengan proses pengolahan kombinasi rumput rawa, daun ubi kayu dan lumpur sawit dalam formula ransum komplit maka dapat meningkatkan kandungan nutrisi ransum, kecernaan ransum, memperbaiki palatabilitas sehingga akan berdampak positif terhadap produktivitas ternak sapi,’’terangnya.

Prosesnya kata Riswandi, rumput rawa, daun ubi kayu  dilayukan terlebih dahulu, untuk menurunkan kadar airnya sampai (KA 40-50%) yaitu dengan menjemur di bawah sinar matahari selama 3-4 jam. Lalu dibersihkan dan dipotong-potong  sekitar 2-3 cm.

“Pakan fungsional yang terdiri dari daun ubi kayu dan lumpur sawit , kemudian disubtitusikan dengan rumput rawa yaitu 30% daun ubi kayu dan 30% lumpur sawit serta 40% rumput rawa, dan diberikan ke ternak sapi 10% dari Bobot Badan (BB),’’ tukasnya (sid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya