oleh

Priyo: “Desa adalah Bagian Hidup Saya”

PRIYO Atmojo S.TP seakan memang sudah nasibnya menjadi seorang insan pertanian.

Terlahir dari keluarga petani, latar belakang pendidikannya juga pertanian.

Dia tumbuh dan besar di desa yang mayoritas penduduknya hidup sebagai petani. Kesimpulannya Priyo petani banget.

Karena itulah, dunia pertanian seakan sudah menyatu dengan jiwanya.

Dan pengalamannya sejak kecil tumbuh di desa membuat Priyo, begitu pria kelahiran Bogor, 3 Maret 1978 ini biasa dipanggil.

Dia sangat menikmati profesinya saat ini, menjadi seorang penyuluh pertanian yang kompeten di bidangnya.

Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Bapak Sastro Sumarno dan Lasminah ini menjadi penyuluh pertanian sejak 2008.

Dia menjadi penyuluh THL TBPP angkatan kedua. Dan di tahun 2021 diangkat menjadi penyuluh ASN PPPK.

Saat ini Priyo bertempat tinggal di Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan wilayah binaan berada di Desa Lubuk Seberuk, BPP Lempuing Jaya.

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Program Studi Teknologi Hasil Pertanian angkatan 1996 ini mengaku sangat senang dengan profesinya.

”Desa adalah bagian hidup saya. Dan dengan menjadi penyuluh pertanian, saya bisa mengabdikan ilmu saya dan membantu para petani langsung di desa,” ujar suami Ade Wulandari S.Pd dan ayah dari tiga anak ini.

Pengalaman Unik

Banyak pengalaman unik yang dialaminya selama menjadi seorang penyuluh pertanian. Para petani banyak yang menganggap bahwa penyuluh pertanian itu adalah orang yang serba bisa dan tahu semua hal.

Karena itulah, petani seringnya minta petunjuk kepada PPL tidak hanya terkait masalah pertanian. Tapi juga masalah perikanan, peternakan, sampai juga masalah politik.

”Malah ada juga yang curhat masalah hidup,” ujar Priyo sambil tertawa.

Namun begitu, Priyo mengaku senang mendengar segala curahan hati para petani binaannya.

Dia bahkan ikut berpikir keras membantu mengatasi masalah yang ada di lapangan dengan segala keragamannya.

”Saya senang kalau bisa membantu mengatasi segala macam masalah yang menimpa para petani. Kalau petani makmur kan kebahagiaan saya juga,” tambahnya.

Dia berharap, ke depan dunia pertanian tidak lagi dipandang sebelah mata. Dan profesi penyuluh tidak lagi dianggap sebagai pilihan profesi terakhir oleh kaum millenial.

Demi kemajuan dunia pertanian dan penyuluhan, ia mengajak kaum milenial untuk bangga menjadi penyuluh.

“Menjadi penyuluh pertanian itu keren,” katanya tersenyum penuh semangat mengakhiri senja di pematang sawah. (*/okutimurpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lain-nya