oleh

PT GON Ogan Ilir Bakal Tempuh Jalur Hukum

OGAN ILIR, OGANILIR.CO-Karena sering diancam untuk melakukan demo, oleh Oknum LSM  terhadap Perusahaan PT Golden Oilindo Nusantara (PT GON) yang diduga katanya mencemari lingkungan dampak dari operasional perusahaan.

Membuat PT GON yang  memiliki usaha pabrik pengolahan TBS Kelapa Sawit di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir , bakal menempuh jalur hukum terhadap oknum LSM tersebut.

“Kami merasa tuduhan itu  mengada-ada tanpa disertai bukti-bukti yang otentik dan tidak sesuai fakta di lapangan. Kami akan segera menempuh jalur hukum,” tegas Heriyanto SH selaku kuasa hukum PT GON kepada awak media, Sabtu 5 November 2022.

Heriyanto menjelaskan, kliennya merasa sangat terusik dan sangat mengganggu kinerja pabrik dengan tuduhan tersebut.

“Informasi yang Kami terima, oknum LSM yang mengatasnamakan Koalisi Aktivis Revolusioner Sumsel bakal menggelar aksi demo Senin mendatang,” kata Heriyanto SH.

Diantara tuntutan yang akan mereka serukan pada saat demo nanti dinilai tendensius, yakni aktivitas pabrik PT GON mencemari lingkungan.

Padahal menurut Heriyanto, pihak managemen perusahaan telah mematuhi ketentuan peraturan pemerintah , yakni secara rutin melakukan uji sampel terhadap mutu air baku yang ada di lingkungan pabrik PT GON. Baik oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumsel maupun Ogan Ilir.

“Dari hasil swa-pantau DLHK terhadap kondisi air di sekitar pabrik juga didapati hasil mutu air masih dalam ambang batas yang disyaratkan dan tidak tercemar seperti yang mereka sampaikan melalui surat, ini artinya PT GON tidak melakukan pencemaran lingkungan” jelansya .

Bahkan lanjut Hariyanto, untuk membuktikan jika air di areal pabrik tersebut tidak tercemar pada 14 kolam di lokasi pabrik ditebar ratusan bibit ikan berbagai jenis dan ikan-ikan tersebut tetap hidup hingga saat ini.

Masih kata Hariyanto, Selain itu, ada tuduhan yang dinilai sepihak tanpa didukung bukti-bukti kongkret yakni sejumlah warga di sekitar areal pabrik PT GON mengalami sesak nafas.

“Kalau memang ada , tolong buktikan , siapa dan mana orangnya. Kami tegas menyatakan apabila pada 7 November atau Senin besok mereka tetap melakukan aksi demo dengan tuntutan tersebut kami bakal ambil langkah hukum. Karena ini menyangkut kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan yang merupakan klien kami,” terang Heriyanto yang didampingi legal PT GON, Andri Petra SH dan Humas PT GON Saparudin.

Sementara, dikonfirmasi terkait permasalahan ini, Plt Kaban BLH Ogan Ilir, Thamrin mengaku sebelumnya sudah mengetahui hal ini.

“Sekitar dua atau tiga bulan yang lalu beberapa anggota DPRD Sumsel didampingi DLKH Provinsi sudah turun ke lokasi. Tapi untuk hasilnya seperti apa kami tidak mengetahui, hanya sebatas mendampingi. Barangkali DLHP Provinsi yang mengetahuinya,” ujar Thamrin.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya