oleh

Ribuan Mahasiswa Palembang Tolak Negosiasi di Ruang AC DPRD Sumsel

PALEMBANG – Perwakilan ribuan mahasiswa yang memadati jalan POM IX Palembang, diwakili juru bicara mereka tegas menolak negosiasi di dalam ruangan, gedung DPRD Sumsel, yang dingin ber-AC.

Mahasiswa minta audiensi dengan wakil rakyat dilakukan di lapangan saja. Terbuka, dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Aksi demonstrasi ribuan mahasiswa Palembang, Kamis (7/4/2022) dimulai pukul 13:00 WIB.

Ribuan Mahasiswa Demo di DPRD Sumsel, ini menyatakan menolak wacana jabatan Presiden tiga periode.

Untuk mengantisipasi jumlah massa yang banyak rawan kemacetan, Kasat Lantas Polrestabes Palembang Kompol Rendy Surya Aditama mengarahkan arus lalu lintas ke seputaran simpang lima DPRD dialihkan.

Dan sejak pukul 12:00 WIB seputaran Simpang Lima DPRD Sumsel mulai disterilkan.

Sehingga pengguna jalan mesti mencari jalur alternatif saat aksi demo berlangsung.

“Lalu lintas dari arah Jl Angkatan 45 menuju Jl Radial tidak bisa langsung belok kanan, memutar harus lewat simpang Charitas.

Sebaliknya yang dari simpang Charitas mau ke Jl POM IX dialihkan ke Jl Radial, ” kata Kompol Rendy ketika dikonfirmasi.

Lalu kendaraan dari Jl Radial tidak bisa melintas ke Jl Pom IX dan Simpang Charitas, sebab dialihkan ke simpang Samsat baru Jl Kapten A Rivai.

Sedangkan arus kendaraan dari simpang samsat baru yang hendak ke simpang lima DPRD tutup total. “Intinya bundaran Simpang lima DPRD Sumsel harus steril karena massa berkumpul disitu sekitar 700 sampai 1.000 orang. Kami juga akan memasang barrier Jalan Pom IX, ” ujarnya.

Sejak pukul 12:00 WIB siang ini personel Satlantas Polrestabes Palembang sudah mensterilkan arus lalu lintas di lokasi aksi demonstrasi.

“Sebelum pukul 12:00 WIB kami sudah filter kendaraan yang melintas, karena jam 12 keatas sudah full disana, ” katanya. (fdl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lain-nya