oleh

Waduh! Kampus USU Digerebek, 20 Mahasiswa Positif Narkoba

MEDAN – Sebanyak 31 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika usai penggerebekan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU).

Dimana penggerebekan Sabtu dan Minggu (9-10/Oktober 2021 itu) ada 47 orang yang diamankan dari lokasi. Namun, 16 orang tes urinenya negatif. Dan dari 31 yang positif, ada 20 mahasiswa USU.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Toga Panjaitan mengakui penggerebekan yang dilakukan di (FIB) USU berdasarkan dari laporan pihak rektorat.

Pengerebekan, kata Toga, dimulai pada Sabtu (9/10) sekira pukul 22.23 WIB. Dan dari 47 yang diamankan di lokasi langsung dites urine.

“Dari 47 orang tersebut yang dites urine, ternyata 31 orang positif menggunakan narkotika golongan 1 jenis ganja sedangkan yang 16 negatif tidak kami bawa ke kantor,” jelas Toga saat paparan Kantor BNNP Sumut, Senin (11/10/2021).

Sementara, 20 mahasiswa yang positif ada 14 yang masih aktif kuliah. “20 orang tersebut terdiri dari 14 orang masih kuliah rata-rata diatas semester 4. Kemudian 6 orang merupakan alumni 11 orang adalah masyarakat biasa,” ungkapnya.

508,6 Gram yang Diamankan dari FIB USU

Toga menjelaskan pihaknya menyita 508,6 gram ganja kering siap edar dari lokasi penggerebekan.

“Setelah petugas melakukan penggerebekan tersebut, kami menemukan barang bukti ganja yang sudah siap pakai ada 118 paket kecil, ini kira-kira ukuran 1,8 gram kemudian ada paket besar,” jelasnya.

Dari semua barang bukti itu ada sebanyak 265 gram adalah milik salah satu tersangka yang diamankan dengan inisial JHS.

Dari interorasi, JHS adalah alumni dari FIB USU. Dia mengaku mendapat barang haram itu dari seorang perempuan inisial DM.

“Jadi, barang itu didapat JHS dari seorang wanita berinisial DM,” sebut Toga.

Dari penggerebekan di USU, petugas BNN melakukan pengejaran terhadap DM dan berhasil menangkapnya pada, Minggu pagi.

“DM diamankan bersama seorang teman laki-lakinya yang berinisial FHY di Jalan Cemara Ujung Nomor 80, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Kota pada Minggu (10/10) sekitar pukul 09.30 WIB,” jelas Toga.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas BNN kata Toga adalah narkotika jenis ganja dari JHS sebanyak 265 gram kemudian ada juga yang belum diakui sebanyak 243, 6 gram.

“Selain itu ada juga kami amankan uang tunai sekitar Rp300.000, KTP, ATM, buku tabungan dan yang lainnya,” lanjutnya.

Atas perbuatan para pelaku dikenakan pasal 114, 111 dan 132. “Ada juga nanti yang pasal 127 sebagai korban penyalahguna dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun,” tegas Toga.

Pengakuan Pengedar Ganja di USU

BNNP Sumut telah membekuk tiga pengedar ganja ke kampus USU. Dimana satu diantaranya alumni dari FIB USU.

Ketiga tersangka tersebut adalah JHS alumni dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, DM warga Aceh dan FAY.

“Satu orang berinisal DM merupakan seorang wanita dan JHS ini merupakan alumni dari Fakultas Ilmu Budaya USU. Sementara FAY rekan dari DM,” jelas Toga.

Ketiganyam kata Toga dikenakan Pasal 114 ayat (1), Pasal 114 ayat (1), pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Tindak Pidana Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Usai konfrensi pers, tersangka DM mengaku baru kali pertama menjalankan bisnis ganja. “Baru sekali,” akunya kepada wartawan.

DM mengatakan nekat menjual ganja di kampus USU setelah mendapat informasi dari temannya bahwa mengedarkan ganja di sana terbilang aman.

“Kata teman saya, di USU saja, di sana aman,” sebut DM.

Alasan lain, kata DM, dirinya butuh uang untuk memenuhi kebutuhan. Karena dirinya masih terdaftar sebagai mahasiswa Budi Dharma, dan hasil jual ganja untuk membayar uang kuliah.

Dia menjelaskan sekilo ganja yang dijual, dirinya mendapatkan Rp1,5 juta. “Keuntungan perkilonya 1,5 juta,” lanjutnya.

Sanksi USU untuk Mahasiswa yang Terlibat Narkoba

Sebanyak 14 orang dari 20 mahasiswa yang diamankan BNNP Sumut akan mendapatkan sanksi tegas dari pihak kampus USU. Pasalnya ke-14 itu masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif di FIB.

“Setelah Mahasiswa menjalani rehabilitasi, maka mahasiswa tersebut dan orang tuanya akan diminta datang ke Fakultas untuk menandatangani Surat Perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” jelas Kepala Humas, Promosi, dan Protokoler USU, Amalia Meutia.

“Pada saat perjanjian itu dibuat, sekaligus diberikan surat skorsing selama 6 bulan kepada mahasiswa tersebut,” lanjutnya.

Dan, jika melanggar perjanjian, maka sanksi drop out (DO) bakal diterapkan.

Sementara itu, Wakil Rektor I USU, Edy Ikhsan menjelaska pihak USU sudah lama mencurigai aktivitas mahasiswa dan pihak luar di FIB USU berdasarkan pemantauan dari pihak keamanan kampus USU sendiri.
Lalu, pihaknya mengirimkan surat kepada BNNP Sumut untuk dilakukan penyisiran di lingkungannya.

“Ini merupakan hasil koordinasi kita dengan BNN Provinsi Sumatera Utara, karena sebelumnya kita sudah mengirimkan surat agar dilakukan penyisiran di lingkungan USU,” ungkapnya.

Edy menjelaskan sesuai peraturan rektor, mahasiswa yang nantinya dijatuhi hukuman minimal dua tahun, akan langsung dipecat.

USU, tegas Edy tidak akan melakukan intervensi dalam proses hukum yang berjalan. “Ini komitmen USU untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan kampus,” tegasnya. (*/nin/pojoksumut)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lain-nya